BULUKUMBA.Lintas5terkini.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, Syahruni Haris, melakukan kunjungan lapangan langsung ke kawasan Panrang Luhu guna meninjau kondisi terkini sekaligus menyerap aspirasi masyarakat setempat. Kunjungan tersebut menegaskan komitmen DPRD dalam mendorong penanganan persoalan lingkungan dan infrastruktur secara terkoordinasi lintas sektor.
Dalam keterangannya, Syahruni menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di lapangan. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah menyurati secara resmi sejumlah dinas terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta Dinas Pariwisata dan Kelautan, agar turut mengambil peran sesuai kewenangannya.
Kita semua turun langsung ke lokasi untuk melihat fakta yang terjadi di lapangan. Semua masukan dari masyarakat kami dengarkan. Saat ini langkah awal yang kami lakukan adalah menyusun Daftar Inventarisasi Masalah (DIM),” ujar Syahruni.
Berdasarkan hasil peninjauan, terdapat beberapa poin krusial yang masuk dalam catatan inventarisasi masalah, antara lain:
Dugaan Pelanggaran Sempadan Pantai
Ditemukan adanya pondasi bangunan yang menjorok hingga ke bibir pantai. Terkait hal tersebut, Syahruni memberikan catatan tegas mengenai kemungkinan dilakukannya pembongkaran apabila terbukti melanggar ketentuan yang berlaku. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan final tetap akan dibahas dan diputuskan melalui mekanisme rapat bersama pihak terkait.
Permasalahan Sampah
Kondisi kebersihan di sekitar lokasi dinilai memprihatinkan dan memerlukan penanganan segera. Untuk itu, DLHK diharapkan dapat mengambil langkah konkret guna mengatasi persoalan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan masyarakat.
Penataan Infrastruktur dan Fasilitas Umum
Penataan area pemakaman, perbaikan akses jalan yang sempit, serta pengadaan lampu penerangan jalan menjadi perhatian utama. Selama ini, minimnya penerangan dikeluhkan warga karena kondisi kawasan yang gelap dan rawan.
Syahruni juga menambahkan bahwa apabila anggaran daerah belum mencukupi untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh, pihaknya siap melakukan koordinasi dengan pemerintah di tingkat yang lebih tinggi.
Jika kita tidak mampu lagi memperbaiki secara mandiri, maka ada kemungkinan kita akan meminta bantuan dan berkoordinasi ke tingkat provinsi,” tambahnya.
Kunjungan lapangan ini diharapkan menjadi titik terang bagi masyarakat Panrang Luhu agar kawasan tersebut ke depan dapat tertata lebih baik, bersih, dan aman, sekaligus mendukung aktivitas masyarakat serta pengembangan potensi pariwisata daerah.















