Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Pimpinan Ponpes Darul Ulum Amiral Bantah Tudingan Penganiayaan Santri oleh Guru

41
×

Pimpinan Ponpes Darul Ulum Amiral Bantah Tudingan Penganiayaan Santri oleh Guru

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Takalar, Lintas5terkini.com  – Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum Amiral, Awaluddin S.Si, membantah keras tudingan adanya penganiayaan terhadap seorang santri berinisial MM (15) yang diduga dilakukan oleh sejumlah guru di lingkungan pondok pesantren tersebut. Peristiwa itu disebut terjadi di Pondok Pesantren Darul Ulum Amiral yang berlokasi di Pakabba, Kabupaten Takalar, pada Jumat, 12 Desember 2025.

Awaluddin menegaskan bahwa luka yang dialami MM bukan akibat penganiayaan oleh guru, melainkan disebabkan oleh perkelahian antar sesama santri. Ia menyebutkan bahwa tudingan terhadap guru berinisial LN, IB, dan AD tidak benar.

Example 300x600

“Tidak ada guru yang melakukan penganiayaan. Yang terjadi adalah perkelahian antar santri,” ujar Awaluddin saat memberikan klarifikasi di Warkop Jalan Perintis kemerdekaan Minggu, 28/12/2025.

Menurut Awaluddin, perkelahian tersebut bermula ketika MM memukul dua orang temannya yang sedang tertidur. Kejadian itu, kata dia, terekam jelas dalam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di lingkungan pondok pesantren.

“Dalam rekaman CCTV terlihat jelas MM memukul temannya saat sedang tidur. Bukan hanya satu, tetapi ada dua santri yang dipukul,” jelasnya.

Akibat pemukulan tersebut, lanjut Awaluddin, para santri yang menjadi korban tidak terima dan akhirnya terlibat perkelahian dengan MM. Insiden itu menyebabkan MM mengalami luka lebam pada bagian mata.

Awaluddin juga menegaskan bahwa santri yang terlibat memukul MM telah dikeluarkan dari Pondok Pesantren Darul Ulum Amiral sebagai bentuk sanksi tegas dari pihak pesantren.

Sebagai pimpinan pondok pesantren, Awaluddin menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan, terlebih jika dilakukan oleh tenaga pendidik. Ia menyatakan akan mengambil tindakan tegas apabila terbukti ada guru yang melakukan penganiayaan.

“Kalau memang ada guru yang melakukan penganiayaan, saya sebagai kepala pondok akan menindak tegas. Tidak ada toleransi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menelusuri rekaman dari beberapa CCTV di area pondok pesantren dan tidak menemukan adanya keterlibatan guru dalam peristiwa tersebut.

“Saya yakin tidak ada guru yang melakukan penganiayaan. Luka yang dialami MM murni akibat perkelahian sesama santri, dan pihak yang terlibat sudah kami keluarkan dari pondok,” pungkas Awaluddin.

 

Laporan : TIM

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *