YAMA Tampil Memukau Dalam Pembukaan REKERNAS 1 Partai NASDEM

Makassar, Prokontra.online  — Tari Makkareso persembahan dari yayasan Anging Mammiri (YAMA) tampil memukau pada acara pembukaan Rakernas 1 Partai NASDEM, Jumat (8/8/25) di Claro Hotel.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman memberikan kata sambutan.

Diakhir tarian pun terlihat ketua umum partai nasdem Surya Paloh memberikan standing applause

bersama seluruh peserta Rakernas yang dihadiri para kader Partai se- indonesia juga turut hadir Ketua Partai Nasdem Sulsel, Rusdi Masse.

“Siang ini kami mengangkat tari KARESO yang menggambarkan tentang etos kerja dan sifat gotong royong

di dalam kehidupan keseharian masyarakat Sulsel, kami tetap memegang teguh filosofi ini,” ucap Erwin Sulaiman Pengurus YAMA.

Lanjut pria yang akrab disapa Kak Ical ini mengatakan, tentunya di dalam

balutan “Sipakatau, Sipakala’biri’, Sipatuo, Sipatokkong,” Erwin Sulaiman.

Dalam kesempatan tersebut, iapun menambahkan, pentingnya budaya Sipakatau itu harus terus dilestarikan terutama di lingkup seni dan budaya agar harmoni serta keseimbangan tetap terjaga.

“Inilah yang menjadi kiat Yayasan Anging Mammiri (YAMA) sehingga mampu tetap aktif dan kreatif sampai usia 68 tahun.

ada puluhan karya original telah diciptakan (YAMA) baik itu tari maupun musik yang telah dipentaskan didalam negeri hingga ke mancanegara,” ungkap Kak Ical.

YAMA pun telah mengantongi segudang prestasi selama 68 tahun berkarya.

Erwin Sulaiman juga menanggapi terkait ramainya persoalan Claim Hak Cipta, Ical pun ikut prihatin atas hilangnya rasa malu dan kejujuran didalam berkarya.

“Benar dan saya mengalaminya hari ini, parahnya lagi karena tidak ada itikad baik dari sang pelaku untuk menemui saya,

padahal kami tampil di acara yang sama,” ungkap Composser Musik ini.

Iapun menambahkan, terkait materi dasar musik ciptaannya memang benar bersumber dari lagu daerah yang di aransemen ulang.

“Silahkan membuat aransemen yang lain atau mengeksplore warisan leluhur yang sudah ada, tapi jangan menggunakan hasil dari kreasi/kreasi saya tanpa ijin karena itu pelanggaran,” terangnya.

Iya masih menunggu itikad baik pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut, sebelum Ia melayangkan somasi.

 

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *